Meet the worst, berlebihan tapi pasti pernah mengalamilah tau kok tau.
Sebelumnya selamat tahun baru blog, ya sudah gatau lah berapa lama baru buka lagi. selamat 2013.
Kadang kita kurang bersyukur, apa yang kita dapat tidak sesuai dengan harapan yah, kadang. Saat itu pula kita merasa tidak puas. Terenyuh ke diri sendiri, sebodoh itu kah kita//iya bego, kalau pinter mah ga akan gini//iya juga.
Aktivitas dari bangun tidur hingga tidur lagi bawaannya pengen nambal ban kendaraan terus sob, kesel. Masalah tinggal lah masalah, datang dan pergi kadang kembali lagi. Ada yang bilang masalah itu layaknya ujian di tahap pindah semester, yang beres ujian dapet nilai bagus yah selamat yang jelek yah ulang.
Ada rumor masalah berulang-ulang karena kita tidak mau belajar bagaimana cara menanggulanginnya. Katanya sih itu juga. Tapi selain berkeyakinan kepada Tuhan yang maha esa, ya saya percaya dengan jalan Tuhan ini mungkin memang begitu adanya.
Kritik dan saran yang baik bisa hadir dari siapa saja, banyak makan makanan yang kamu suka. Pergi dari kondisi yang tidak mendukung. Langkah P3K dalam meet the worst.
Oke, kita intermezzo meet the worst versi saya itu seperti begini loh, saat kamu udah usaha ampe otak jongkok tapi belum dapet hasil yang diinginkan juga bisa saat kamu melakukan kegiatan apapun eh feedback nya kaya tendangan torres sob, ngaco.
Yap, pada akhirnya kita harus nemuin orang yang tepat untuk bicara sob, gak perlu sahabat paling deket atau pacar deh.
Pelajaran saat meet the worst nih yah, sukurin sob (nada menasehati) coba cari temen yang ngalamin lebih buruk dari kamu ngobrol deh pasti kamu akan merasa lebih beruntung. Terus, evaluasi sendiri dulu deh siapin apa aja yang mau kamu ceritain ke orang yang kamu percayain. Langkah selanjutnya ngobrol ceritain sampai buruk-buruknya deh ke orang kamu percayain, minta saran yang bener deh jangan yang bercandaan. Lakuin sarannya, jangan cuma di denger doang.
Kalau ibarat tuh yah, mintain temen kamu tuh bukain pembungkus roti (oke ini agak manja tapi sokongan ini yang dibutuhkan), kamu bumbuin rotinya terus panggang lagi. jadiin ini trigger buat balikin keadaan. Roti gosong sebelumnya buang aja, kita coba lagi buat.
Februari 2013
hujan dan ini agak bodoh, narasi buruk ide tulisan gablek.
ricky abdurrasyid shiddiq
Jumat, 01 Februari 2013
Jumat, 14 Desember 2012
Pilosopis Sekali
Mungkin bodoh, entri ini hanya mengembalikan gairah mengarang saya yang sudah lama hanya terpakai untuk laporan. Baku, teoritis dan kosong, tiga elemen yang terkandung dalam diri avatar.
Mungkin akan sedikit menyinggung masalah filosofis, ini masalah penulisannya. filosofis dan pilosopis, jelas filosofis sesuai dengan kbbi yang artinya berdasarkan filsafat. Pilosopis adalah bahasa sunda dari filosofis maka ini tidak akan nyambung.
Mungkin sudah banyak yang tahu, ketika filosof mengemukakan tentang ide-ide gilanya tentang dunia baik aspek kemanusiaan, moral, hingga ketuhannan semuanya terasa benar. Kita ambil contoh: Aritoteles, Plato dan Him Damsik. Mereka adalah panutan di dunia peride-idean, tidak ada bedanya mereka dengan kita. Mereka hanya bisa lebih cepat membuka pikiran mereka tentang apa yang ada disekitanya lalu dirumuskan dengan formulasi mereka sendiri dan diungkapkan ke masyarakat luas. Siapa yang tidak tahu bahwa prinsip ekonomi itu memang kehidupan, untung dan rugi, pinjam dan memberi, imbalan dan hutang. Kita hanya lupa bahwa kita adalah insan pemikir dengan otak yang luar biadab. Fitnah adalah produk pemikiran yang paling fantastis, satu fitnah hadir bisa mematikan dan merengut nyawa orang. Maka, pemikiran kita ini sebenarnya luar biasa, namun pengemasannya saja yang kurang menarik.
Mungkin suatu saat nanti, pemikiran kita akan banyak dipakai orang, masuk buku dan dipelajari di kampus-kampus. Mungkin. Tetap lah berpikir semuanya. Kita adalah pemikir, bahkan untuk yang tidak penting.
ricky abdurrasyid
desember 2012
salam simpul
Mungkin akan sedikit menyinggung masalah filosofis, ini masalah penulisannya. filosofis dan pilosopis, jelas filosofis sesuai dengan kbbi yang artinya berdasarkan filsafat. Pilosopis adalah bahasa sunda dari filosofis maka ini tidak akan nyambung.
Mungkin sudah banyak yang tahu, ketika filosof mengemukakan tentang ide-ide gilanya tentang dunia baik aspek kemanusiaan, moral, hingga ketuhannan semuanya terasa benar. Kita ambil contoh: Aritoteles, Plato dan Him Damsik. Mereka adalah panutan di dunia peride-idean, tidak ada bedanya mereka dengan kita. Mereka hanya bisa lebih cepat membuka pikiran mereka tentang apa yang ada disekitanya lalu dirumuskan dengan formulasi mereka sendiri dan diungkapkan ke masyarakat luas. Siapa yang tidak tahu bahwa prinsip ekonomi itu memang kehidupan, untung dan rugi, pinjam dan memberi, imbalan dan hutang. Kita hanya lupa bahwa kita adalah insan pemikir dengan otak yang luar biadab. Fitnah adalah produk pemikiran yang paling fantastis, satu fitnah hadir bisa mematikan dan merengut nyawa orang. Maka, pemikiran kita ini sebenarnya luar biasa, namun pengemasannya saja yang kurang menarik.
Mungkin suatu saat nanti, pemikiran kita akan banyak dipakai orang, masuk buku dan dipelajari di kampus-kampus. Mungkin. Tetap lah berpikir semuanya. Kita adalah pemikir, bahkan untuk yang tidak penting.
ricky abdurrasyid
desember 2012
salam simpul
Jumat, 13 Juli 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
ZOOEY DESCHANNEL
zooey deschannel di tangan saya seperti ini, entah mirip atau tidak tapi sudah lah.
dibuat bulan apa yah lupa, pokoknya tahun 2011 dan baru posting sekarang.
karena baru inget lagi punya blog.
mei 2012
selamat pagi
ricky abdurrasyid shiddiq
Sabtu, 25 Februari 2012
2012
ini 2012, tugas dan kapan lulus.
kapan-kapan, asal secepatnya.
dengan zooey deschanel yang berdendang sugar town, "shoo shoo shoo, shoshoshosho suuuuuu suganteh".
dengan keyboard yang sudahh berumur 2 bulan.
dengan saya yang sudah terlalu banyak mengeluh.
dengan hujan yang sudah paling keren.
dengan anda yang membaca blog saya.
dengan kalender yang dipasang bapak saya tepat di depan meja belajar agar bisa menghargai hari ke harinya.
dengan bapak saya yang sudah paling pilosopis skakmat tadi.
dengan speaker yang diberi kakak saya.
dan dengan cahaya bulan akan menghukum mu.
ini mengawali dan mengakhiri februari 2012 yang sebenarnya sudah menuju akhir.
banyak berdoa-banyak usaha.
februari 2012.
ricky abdurrasyid shiddiq
Selasa, 07 September 2010
Saya pernah kecil!
Apakah anda sekalian pernah merasakan kanak-kanak? atau kekanak-kanakan di umur kalian sekalian yang sudah ketua-tuaan dan memang tua? Tentu saya pernah, saya pernah merasakan bangku kayu SD dan kelas yang ribut jikalau ada yang pengen berak ataupun sudah berak di sekolah.
Sungguh saya ingin banyak bercaritra (???) tentang saya sekarang, tapi hati ini sungguh ingin bercaritra tentang masa kanak-kanak saya yang kelewat sombong.
Alkisah teman sepengajian dan seperguruan saya ketika kecil berulang tahun, sebut saja si Anu. Oh sungguh beribu maaf teman, saya mengganti nama anda menjadi si Anu di sini, saya takut anda tidak setuju jikalau saya memberi tahu nama anda yang sebenarnya.
"ki, si anu ulang taun siah! dirumahnya ada sukuran gitu da!"
"wah asyik, beneran ka itu teh?"
"he'eh beneran, ngasih kado teu maneh?" (iya bener, ngasih kado ga kamu?)
"Alah siah, iya ntar di cari dulu" (ide memberi kado dengan barang yang di rumah ialah ide yang saya dapat dari kakak saya dulu, jadi jangan heran. kami termasuk keluarga irit)
Mengetahui si anu ulang tahun, saya pun bergegas ke rumah cari barang yang bisa di jadikan kado. dan sialnya bagi beliau yang berulang tahun, saya tidak menemukan apapun yang bisa di kadoin buat si Anu.
Saya lirik celengan panda, eits udah berat dengan koin. dan eits lagi tidakkk, itu buat beli megazord power ranger yang saya idam-idam kan dulu. tentu saja ide mem-belek (membedah) si panda jadi ga jadi.
Saya rogoh saku mungil nan centil dari celana hawai saya, jreeng cuma ada Rp. 1500. jaman itu 1500 bisa beli satu mangguk baso dengan kuah yang bisa nambah kalau masih laper dan di tinggal di tambah nasi putih dari rumah.
ide punya ide, saya termasuk orang brilian saat itu (menurut saya sendiri). AHA! dengan muka polos seperti t-shirt saya bergegas ke warung terkemuka di komplek saya. saya beli sesuatu saja di sana.
Otak bermain otak, cling, bunyi juga ni otak, dengan formula:
Rp. 1500 - Rp. 500 = Rp. 1000
(uang saya sekarang) - (harga kado) = Duit
"Aha, saya bisa beli bandros juga ini mah ntar pas ngaji"
telusuk punya telusuk, saya punya ide lagi yang saya dapat dari pengalaman kakak-kakak saya yang terlebih dahulu sering membuat kado.
"beli kado yang kecil bungkus sing besar!"
itu dia yang terngiang di telingan elvi sukaesih meren (mungin). teringang-ngiang di telinga saya juga,
"bener oge nyak" (bener juga yah!)
Saya lihat yang paling kecil di warung itu, dan dapat lah 2 buah permen loli. seharga Rp. 300.
maka berlaku syntax baru:
Uang saya - Kado = Uang saya sekarng
Rp 1500 - Rp 300 = Rp. 1200
"hore bisa beli sale di warung temulawak!" gumam saya di dalam ketek.
barang bukti di bawa kerumah, lantas saya siapkan 1 eksamplar koran yang dijadikan bungkusan dasar agar telihat besar. dannnnnnn, jreng jrenggg terbentuklah seperti payung yang terbentuk secara tidak sengaja. lapisan akhir saya beri kertas kado yang si teteh dulu, saya masih ingat berwarna hijau dan ada aksen kartunya. Sentuhan akhir saya beri koin seratus 2 buah, saya tempelkan di bagian luar, dengan isolasi. oh entah apa yang saya pikirkan dikala itu.
maka berlaku syntax baru:
Uang saya - Kado - hiasan 2 koin Rp. 100 = Uang saya sekarng
Rp 1500 - Rp 300 - Rp. 200 = Rp. 1000
dan tidak jadilah niat saya membeli bandor nanti pas ngaji.
dengan riang gembira saya pergi ke syukuran si Anu. Tarangggg (bukan jidat dalam bahasa sunda), saya membawa kado paling eksentrik ternyata! semua mengira-ngira!
"wah, si riki katebak kadona payung" (wah, si riki ketebak kadonya pasti payung!)
"gelo badag pisan" (gila gede banget!)
"hahaha, aya 2 ratus na" (hahah ada koin 200 nya!)
iya, biarin, saya tetap bangga dan makan nasi kuning yang Ibunya si Anu berikan. Sungguh lahap dikala itu. Maka tibalah di saat acara menggusur ke arah pembukaan kado, semua kado di buka si Anu, ada boneka, mainan, barbie dan lain lain yang saya tidak ingat. Giliran kado yang saya berikan, si Anu berbinar binar karena mengira payung di dalamnya dan sudah di sambut dua buah koin Rp 100 di lapisan kadonya. maka dibuka kertas kadonya, buka kertas kado, eh masih ada kertas koran, buka lagi, eh masih ada kertas koran dan ini berulang hingga kertas koran ke 7 kalau ga salah. dan jreng dia hanya mendapat 2 permen lolipop rasa coklat. semua tertawa, dan anehnya saya tidak malu saat itu.
saya pulang dengan bawa tentengan yang biasa anak kecil beri kepada temannya kalau lagi ulang tahun, biasanya tentengan seperti itu berisi, agar-agar, snack dan minuman berwarna. saya ingat karena terakhir saya liat ada anak kecil sedang membagi bagi kan tentengan seperti itu saat saya pulang kuliah menuju ke rumah. Mungkin dia sedang berulang tahun dan mungkin dia sedang sial, karena ada orang yang memberi kado seperti yang saya berikan ke si Anu.
Bodohnya saya di waktu kecil, maafkan saya ya teman. Saya mungkin banyak sombong dan banyak kikir. Itu karena ke-egoisan saya di waktu kecil dan ke-manjaan saya di waktu itu.
Selamat siang
selamat H-2 lebaran semuannya!
ricky abdurrasyid shiddiq
Langganan:
Postingan (Atom)




