Tampilkan postingan dengan label pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pagi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2009

Minggu Kamar!

Jam 4 udah bangun.
Tapi tetep shubuh jam 6.
Tetep belum mandi.
Tetep engga sekolah karena minggu.
Tetep masih ada dikasur ngeliatin gypsum kamar yang mulai retak.
Tetep juga berimajinasi jadi tukang ngebenerin gypsum.
Cita-cita membahagiakan kamar sendiri.

Tukang sayur belakang kamar udah ngacir keliling.
Sadar butuh uang.
Sadar punya anak.
Oh bertanggungjawabnya dirimu tukang.
Dinamika bukan untuk sekali.
Tapi datang lagi entarkan kang(ketukang nanyanya)?

Tetep saya liat dijendela kamar.
Ada atap kamar kakak pertama saya.
Dan pohon jambu nenek tetangga.
Yang kalau mau dipotong karena menghalangi talang air, harus dibayar.
Tetangga matre.
Padahal kaidah bertetanggakan rukun yah ne?
Karena itu mamah saya mau saja membayar buat setiap ranting yang dipotong.

Tetep dijendela, sakit perut lah.
Inget penghuni rumah yang kalau dari rumah saya.
Bisa 10 kali belok.
Dan sedang berkhayal bagaimana kalau saya kesana dengan iringan sisingaan.
Dimana saya didepan.
Menaiki singa pesakitan.
Dan menghampiri rumahnya.
100ribu cukup ga yah?

Sakit perut euy!

Udah ah ngawurna!

April 2009
ricky mau ke kamar mandi tapi bukan buat mandi.

Minggu, 01 Maret 2009

ini pagi! (terserah mau anggap ini puisi atau jargon)

Ini Pagi

Hey, pagi saat bangun hidung serasa segar.
Dan kerak menimpa mata.
Saat berkedip begitu bahagia.
Lari ke kamar mandi.
Air yang mungkin nanti tak sesegar kini.
Menjadi benar kotor.

Pasti sabun mandi.
Gosok kesana kesini.
Dibanjur lagi.
Kedinginan lagi.
Lari lagi, kekamar ganti baju.

Pergi kesekolah, melewati samsat.
Dan belok di belokan.
Ada pak polisi.
Kayanya belum mandi.
Muka kusut kaya permadani.
Juga pasti pingen surabi.

Sampai di sekolah, diam.
Mengerjakan pekerjaan rumah namun di kelas.
Cepat selesai sekolahku.
Dan cepat lulus.

Nanti ayah ibu akan bangga dengan adanya aku!

Oktober 2008

Ricky Sumeringah!