Selasa, 15 Desember 2009

Oh anda ternyata bulat dan terlihat datar, Bum!

Apa anda pernah merasakan UAS?

Iya saya juga pernah, bahkan kemaren baru saja UAS dan anehnya sekarang saya libur, dan besok UAS lagi. Bukan, bukan saya yang kurang konsisten. Ini memang masalah waktu, oh biarkanlah waktu berjalan karena nanti beliau akan berlari dan anda harus mengejarnya. Oh ini takdir, dan manusia biasanya lupa dengan takdirnya sendiri. Hidup para manusia!

Apa kabar bumi, anda terlalu panas mulai bulan kemarin, sungguh bukannnya saya mengeluh berada di dataran anda. Tepat di katulistiwa yang banyak dibanggakan oleh negara saya ini. Oh apa peduli garis khatulistiwa tentang anda?

Sungguh bumi, anda terlalu panas, apa anda sedang jatuh cinta dengan matahari? Hingga anda terasa terlalu dekat dengan dirimatahari. Hingga ozon anda buka demi matahari. Oh, saya pengagummu bumi, anda terlalu kokoh untuk saya kelek-ketek. Anda terlalu besar untuk saya cemooh. Anda terlalu baik untuk saya mintai permen. Iya anda diciptakan oleh Tuhan saya.

Hey bumi tahukah anda kalau kemarin saya baru saja UAS? Oh saya yakin anda peduli tentang ini. Apakah anda pernah ikut UAS bumi? Apakah anda pernah ikut masuk Ke Universitas Sejagat Raya? Atau Universitas Planet Bimasakti. Andai saya bisa, saya mau buat, dan saya yakin anda nantinya bisa cum laude dengan mata kuliah IPA bernilai A++++++.

Hey bumi tahukah anda, kalau rawa di depan rumah saya bersemi kembali. Sehingga banyak lele dumbo yang terlalu pintar. Sampai-sampai mereka bisa meraih s1 dalam kurun satu musim penghujan? Ayolah, setau saya di musim kemarau rawa di depan rumah saya kering. Dan para lele migrasi ke Amerika dan berternak di Harvard Univ.

Sungguh, hujan di dirimu membantu saya bum. Saya diamanati untuk senantiasa menyiram pekarangan rumah oleh ibu saya. Berkat musim penghujan saya terbantu. Oh ini ternyata keuntungan hidup di garis khatulistiwa. Oh terimakasih bumi!

Oh, awet muda lah dirimu bumi, saya tidak akan minta resep apapun dari mu. Bertahanlah lebih lama dan jangan terlalu membuka hati pada matahari. Dia memang menarik, menarik planet-planet lainnya juga.

Hidup Gunting Rambut.

Desember 2009

atas nama mahasiswa yang sebentar lagi beres UAS.

ricky abdurrasyid shiddiq

Sabtu, 07 November 2009

dek mau kaya sekarang atau nanti pas udah tua?

cerita ini sesungguhnya terjadi di pertengahan september! haahha
(tanpa nada karena di silent)(buka message baru)(lagi di jalan kiaracondong di deket antapani)

"ki anter urang lah nanti jumat malem nyak!"

hayah! dari si adit, pasti moal baleg (ga akan bener). dan saya bales walau engga mau.

"kemana?"
"ges ngilu weee, aya pi bisnis-eun" (udah ikut aja, bakal ada bisnis) 'heyyyy bisnis!! hahaha'
"jis pirasat buruk urang, nya geus kumaha isuk nya" (jis firasat buruk, yaudah gimana besok)
"hazeuhh.." (tidak terdefinisi artinya)

oh motor melesat dengan kecepatan non-konstan saat itu, karena lagi macet dan lagi bales sms.
entah mengapa saya lebih senang langsung menceritakan saat hari jumat.


HARI JUMAT!

balik kuliah jam 4an, langsun menuju reog. iya daerah yang di klaim oleh malaysia itu lohhh. yang banyak jalan dan banyak pohon.

"adiiitt...!"

itu saya yang teriak di depan rumah nya adit, saya suka sungkan untuk mengetuk pintu. lebih enak nyamper dari pada ngetuk, toh yang saya samper pun manusia sepantaran dan etika ga terlalu di perhatikan.

"heu-euh!"

dia akhirnya keluar juga, dan congornya mau bergerak lagi, dan pasti bilang "hazeuhhh..". jis, sial lah kalau anda liat dan ada di sana saat kejadian ini pasti anda ingat salah satu scene telenovela meteor garden, dan teman saya sebagai tukang sapu keliling rumah si hu-a-cele. iya tentu saja ngawur.

"dek kamana sih?" (mau kemana sih?)
"ges ngilu we" (udah ikut aja)
"eh sarap cerita heula!" (eh sarap, cerita dulu!)
"urg di telepon jelema di titah pangih di deket BIP, ada bisnis yang bisa membuat anda kaya muda cenah!"
"dih, maneh percaya? hahahaha"
"ges cobaan we, mun teu baleg, urang heureuyan!" (udah cobain dulu, kalau ga bener, kita jailin)

oh mendengar itu saya semangat ikut, karena pasti bakal menyenangkan! hahaha

"sok atuh cepet!" (iya cepet!)

saya masuk rumahnya dulu, dan di beri pepatah oleh kakak nya si adit.

"heh, kamu kalau orang nya ngeliatin adit, kamu liat ke lantai aja takut nya hipnotis"

terlihat dari sini dia adalah orang yang amat sangat berstrategi dan cerdas. yasudah lah.
saya pakai sepatu dan langsung ngacir ke tempat yang di tuju.

"kemana ieu?" (kemana ini?)
"aceh -- ki" (aceh -- ki) nomor rumah di samarkan karena ada hal yang di samarkan

oh kami bukan supir taksi yang mahir menemukan tempat dan jalan, lantas kami nanya ke orang-orang. dari tukang beca, tukang pecel lele yang lagi cuci piring, sampai tukang pukul. Setelah cape, akhirnya kita sampai di aceh -- tersebut. ternyata tempat sebuah toko waralaba(?), yang hampir bisa di katakan mirip tempat makan cepat saji.

yasudah karena penasaran kami masuk, dan di sambut oleh pria rapih nan necis dengan kemeja garis-garis buku tulis, celana bahan lurus nampak baru di setrika bulak-balik.

"selamat datang, aditt!"

tentu adit yang punya acara kalau begini, saya hanya kacung saja.

"selamat malam bapak.." -ini adit yang bilang
"siapa ini?"
"saya ricky cucu nya adit om"
"oh iya?"
"bukan lah!"
"hehehe, bisa saja"
"(bisik-bisik) jis, dit ieu moal baleg siah!" (dit ini ga akan bener!)
"ges kalem.." (udah tenang aja)
"heu-euh"

kami duduk di tengah-tengah kasir dan kumpulan barang jualan. oh sungguh seperti talk show loh.
lantas, si yang ngajak teman saya untuk berbisnis membuka percakapan dengan mimik menyebalkan (sumpahhh! hahah)

"iya kenalin saya -----, mahasiswa SBM --- angkatan 07"

oh sombong juga dia, pasti saya akan balas dendam! (di dalem hati) hahaha

"saya adit mas, kuliah di -----"
"ohhhh, -----, iya, terus kamu ki kuliah di mana?"
"saya sih kuliah di -----"
"ohh sama yahh"
"iya mas"

lantas dia membuka alat peraga yang dia bawa, dannnnnn......

"pertanyaan pertama nih dit, kamu mau kaya ga?"
"mau lah" --->mata duitan
"okey, nah kamu ki?"
"oh saya? lebih pingin makmur dan sejahtera sih mas"
"iya sejahtera juga bisa, nah sekarang, kalian mau kaya atau sejahteranya kapan nih? sekarang atau nanti udah tua renta"
"hahaha, maksudnya kapan kaya nya? kalau bisa sih secepatnya!" --->si adit
"haha, saya sih gimana takdir mas."
"loh kok gitu ki, gini yah kamu cita-cita apa?"
"ngbahagiain orang tua lah."
"kamu mau ngbahagiain orang tua nya kapan?"
"kalau ini secepatnya massss..."
"yehh, emang kamu udah usaha apa buat ngbahagiain orang tua?"
"saya udah beres sma, alhamdulillah, sekarang lagi kuliah, dan kadang bantu-bantu orang tua kok"
"haduhh, kalau kaya pasti bisa ngebahagiain orang tua loh ki"
"(maksa pisan sih ieu jelema, hahaha), haha, saya sih pengen nya sejahtera masss kalau kaya sih alhamdulillah."
"yaudah"

oh sudah mulai terpancing ternyata si mas-mas nya, dan adit sudah mulai ketawa ketiwi ga jelas. hahaha.

oh nanti di lanjut, saya mau mandi dulu.
hahaha

november 2009
ricky abdurrasyid

Kamis, 22 Oktober 2009

postingan sedang disiapkan!

karena baru saja beres baca buku La Tahzan, mengutip sedikit

Buatlah lemon menjadi minuman yang manis!

Wohoooo, untaian kata yang menakjubkan, saudara-saudara! Apa maksudnya? Ubahlah yang asam dan menyebalkan menjadi hal yang menyenangkan dan segar, ubah semua peluang buruk menjadi peluang yang akan mendukung kita untuk maju, sekali lagi

Buatlah lemon menjadi minuman yang manis!

Mumpung ada lemon di rumah, saya akan mempraktekkan langsoonnng! hidup son goku dan postingan baru (setelah beberapa bulan ga pernah ngepost!)!

tetap sehat tetap semangka!

Jumat, 05 Juni 2009

Anak Rawa Renang

KANG, KADIEU NGIRING NGOJAI KANG!! (a, sini ikut renang a!)”

sableng, ada 3 anak kecil (laki-laki) di depan rumah saya dengan tanpa pakaian, baik celana dalam, celana luar, baju dalam dan baju luar. Mengajak saya berenang di rawa yang ber-lele (di ternak oleh ibu saya), lele dumbo tentunya.

“hey, kotor”

“ah wios ah”

“aya lele an di cai na heh!” saya sok baik mengingatkan ada lele di rawa tersebut.

“wah wios kang lumayan kanggo di goreng” (iya kamu buat kamu lumayan anak kecil, bagi ibu saya mungkin kerugian)

“ah kade” haha so baik lagi.

“hayu kang urang nganclum (menyelam {adakah penyelaman untuk rawa kedalaman +/- 50 cm??})” benerlah dia mah ngemodal berenang di rawa juga, make ban, apa sih, pelampung. bagus lah pelampungnya juga. warna kuning dan bergambar sponge bob

“haha, cape ah nembe uih” kebetulan saya baru pulang les, yah mungkin dia ga tau, dan itu ga masalah.

“hayu atuh” dih beranjaklah dia mendekati saya, tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh bantet nya.

“hahaha, di poto nya ku aa” saya hanya ketawa.

“weittss, alim ahhhh!! (byuuuurrr)” haha dia lari lagi ke rawa berlele tadi, dan berenang bergaya bebas, bukan mengarang bebas dan terjun bebas juga bebas parkir tentunya. sial anak kecil sekarang sudah sombong, hehe.

“wah, sombong lah” haha saya hanya menggoda, menggoda anak kecil (laki-laki yah anak kecilnya!!!) agar perbincangan lebih seruuu

“ah si aa kawas monyetttt” jis jujur lah eta budak haha

“hahaha” saya ketawa biar rame

diam diam saya memoto mereka dengan kamera handpun saya. haha rasakan anak kecil, anda menerima konsekuensinya karena bilang saya mirip monyet. untung baru mirip.. haha

(inilah mereka!)

dan saya pun masuk kerumah, buat siap-siap shalat jum’at (hehe ditulis agar tampak shaleh) makan dan tidur.

salam rawa

bandung, juni juni juni 2009

ricky abdurrasyid shiddiq

Sabtu, 23 Mei 2009

AMBURAKAL



dibuat udah lama dan malas di publish

mei 2009



Sabtu, 02 Mei 2009

Pabrik atau Garmen?

Percaya atau tidak, saya tadi mengujungi sebuah pabrik dikawasan moch. toha bandung yang sungguh pedalaman. hehe. aslinya, angkotnya aja aneh-aneh.

alkisah sudah nyampe di pabrik, dan langsung ke dekat pohon mangga bermaksud untuk berteduh. saya menunggu diluar kantornya, karena kalau masuk entar disangka bos, dan nanti akan berabe.

duduklah saya didekat pohon mangga yang sedang tidak berbuah. karena belum musim atau karena antokalin-nya males bekerja. tak apalah saya juga ga lagi pengen mangga. datanglah satpam menghampiri saya.

"a, ada perlu apa?"
"nganter doang pak"
"nganter siapa?"
"nganter orang"
"ohh.. mana orangnya?"
"masuklah ke kantor yang itu, (sambil nunjukin kantor yang itulah kamu juga ga akan tau)"
"oh, kenapa ga ke sini dulu, dicatet dulu"
"wah maaf pak, saya juga gatau"
"yaudah, isi ini a"
"iya"

mau tahu apa yang saya isi. iya form ga penting. saya hanya mengisi nama dan alamat, siapa tahu si satpam mau mampir kerumah saya. dan nanti tidak akan saya jamu.

"nih pak, udah kan?"
"yaudah, makasih a"
"sama-sama"

dan si satpam pun hilang ditelan niatnya pergi ke dalam kantor yang saya tunjukan.

jam 1.45 ini dan sudah banyak karyawan dan karyawati (hehe, ga enaken) yang mulai berdatangan. karena mereka kerja di shift siang jam 2 masuknya. tapi ada segerombolan ibu-ibu (wanita karir yah nampaknya) yang duduk di sebelah saya.

"ih, ATM abdi di telen ku mesin"
"wah, ngagentosan atuh?"
"kade atuh"
"sing hati-hati"
"iya mana hese siah neang deui nu kartu nu sarua (yaiyalah susah ibu)"

itu segelintir percakapan yang saya kupingi, dengan mata melihat henpun sebagai dalih peng-kamuflase-an niat saya menguping itu ibu-ibu (ah, wanita karir).

saya menunggu cukup lama, dan mulai membosankan, berakibat muka saya ke-peres ama bosannya itu menunggu.

"a, ngantosan naon?"

eh ada satu ibu disebelah saya yang nanya.

"ngantosan pun lanceuk bu (wuih jago kan sundanya)"
"naha cemberut kitu a"

wah si ibu memperhatikan muka saya, parah. padahal 5 menit lagi dia masuk kerja.

"ah hente, bosen ibu ngantosan"
"sanes ah a, benten (beda)"
"kunaon atuh, anom keneh a"
(haha aslinya ngakak pisan pas si ibu bilang gitu)
"hehe"
"ah atos ah, ibu bade lebet"
"mangga ibu " (jangan salah pengertian saya bukan tukang mangga!!)

dan si teteh pun keluar dari kantor. dan saya harus mengantarkanya pulang kerumah. tentunya saya juga pengen pulang. ga betah. mana betah diem diliatin ama satpam terus. serem.

sesungguhnya ibu pabrik, raut muka saya mudah ceria dan mudah runyem. dan ini takdir. dan andai ibu mau tahu masalah saya, ibu pun akan cemberut dengan saya. dan itu tak akan lucu bu...

semoga ibu tersebut sedang bekerja dengan bahagia sekarang. hehe.

dan sebelum pulang saya ditraktir jus mangga sama si teteh. (ga di traktir ketang, si teteh utang 4000 dulu)

MEI 2009

ricky abdurrasyid

Sabtu, 18 April 2009

Minggu Kamar!

Jam 4 udah bangun.
Tapi tetep shubuh jam 6.
Tetep belum mandi.
Tetep engga sekolah karena minggu.
Tetep masih ada dikasur ngeliatin gypsum kamar yang mulai retak.
Tetep juga berimajinasi jadi tukang ngebenerin gypsum.
Cita-cita membahagiakan kamar sendiri.

Tukang sayur belakang kamar udah ngacir keliling.
Sadar butuh uang.
Sadar punya anak.
Oh bertanggungjawabnya dirimu tukang.
Dinamika bukan untuk sekali.
Tapi datang lagi entarkan kang(ketukang nanyanya)?

Tetep saya liat dijendela kamar.
Ada atap kamar kakak pertama saya.
Dan pohon jambu nenek tetangga.
Yang kalau mau dipotong karena menghalangi talang air, harus dibayar.
Tetangga matre.
Padahal kaidah bertetanggakan rukun yah ne?
Karena itu mamah saya mau saja membayar buat setiap ranting yang dipotong.

Tetep dijendela, sakit perut lah.
Inget penghuni rumah yang kalau dari rumah saya.
Bisa 10 kali belok.
Dan sedang berkhayal bagaimana kalau saya kesana dengan iringan sisingaan.
Dimana saya didepan.
Menaiki singa pesakitan.
Dan menghampiri rumahnya.
100ribu cukup ga yah?

Sakit perut euy!

Udah ah ngawurna!

April 2009
ricky mau ke kamar mandi tapi bukan buat mandi.